MATERI PERTEMUAN 1



Pertemuan 1

Maret 21, 2018 

Nama: Arif Ramadan
Nim:  13170166
Kelas: 13.2A.21
Materi: Jaringan Komputer (Topologi, IP Address, Pengkabelan)
Nama Dosen: Vadly Maarif ,M.Kom


I. Pengertian Jaringan Komputer
Yang disebut Jaringan komputer adalah 2 atau computer serta perangkat pendukung
lainnya yang saling terhubung.
Tipe jaringan computer:
1. Peer to peer




Semua computer berkedukan sama,artinya setiap workstation dapat bertindak sebagai server ataupun client.

2. Client server

Jaringan dengan computer server yang tugas untuk melayani computer client
Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain di dalam suatu jaringan. Client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server

Jaringan computer menurut luas areanya:
1. PAN (Personal Area Network)
jaringan yg menghubungkan beberapa device namun digunakan oleh 1 user, misalnya
komputer-printer, komputer-smart phone, dst. Biasanya radius jaringan ini kurang dari 10
meter, dan bisa menggunakan media koneksi kabel maupun wireless (bluetooth, infrared).Pert2. LAN (Local Area Network)
jaringan yg menghubungkan beberapa device pada satu area geografis terbatas, misalnya
rumah, lab komputer, dan sekolah. Radius jaringan ini 10-300 meter. Umumnya digunakan
kabel sbg media koneksinya.
3. CAN (Campus Area Network)
Jaringan yang menghubungkan 2 atau lebih LAN pada sebuah lingkungan. Jangkauannya
dalam sebuah komplek, misalnya komplek universitas.
4. MAN (Metropolitan Area Network)
Jangkauannya meliputi sebuah kota, misalnya kampus BSI dalan satu kode area.
5. WAN (Wide Area Network)
jaringan komputer yg mencakup area geografis yg luas misalnya kota atau negara. Media
koneksinya merupakan gabungan antara wired danwireless. Radius jaringan ini diatas 100
km.

II. Topologi
Topologi jaringan adalah lay out actual dari perangkat jaringan atau infrastruktur fisik
jaringan computer yang digunakan untuk mengimplementasikan LAN.
1. BUS
Topologi yang menggunakan kabel utama (backbone) sebagai tulang punggung jaringan.
Topologi ini menggunakan kabel coaksial dan T conector sebagai penghubung antar node
dan terminator sebagai penutup.



Keuntungannya: tanpa menggunakan perangkat consentrator, cocok digunakan di area
yang tidak lua, biaya murah.
Kerugiannya: penambahan node akan menyebabkan gangguan aktifitas jaringan, jika salah
satu node rusak maka jaringan tidak dapat digunakan, lalu lintas data yang
terlalu tinggi dapat terjadi kemacetan (congestion).
2. Ring
Topologi berupa lingkaran tertutup, semua computer yag saling tersambung membentuk
lingkaran.

Keuntungannya: pemeliharaan mudah, bias menggunakan kabel fiber optic, jangkauan
lebih jauh dari bus, laju data (transfer rate) tinggi, komunikasi antar
terminal mudah.
Kerugian: jika ada satu node mati maka jaringan mati, kerusakan media pengirim dapat
menghentikan seluruh jaringan kerja, kerusakan pada salah satu terminal dapat
mengkibatkan kelumpuhan jaringan.
3. Star
Topologi jaringan yang menggunakan perangkat concentrator (hub atau switch) sebagai
pengatur paket data.

Keuntungannya: penambahan node tidak mengganggu aktifitas jaringan, jika salah satu
node rusak system jaringan tetap dapat beraktifitas,mudah dihubungkan
dengan jaringan lain, mudah dalam perawatan.
Kerugian: biaya agak mahal karena menggunakan hub atau switch, hub merupakan kunci
dari aktifitas jaringan. Bila mengunakan hub dan lalu lintas data yang padat dapat
menyebabkan collision (tabrakan data).
4. Tree

Merupakan kombinasi dari topologi star. Dalam topologi ini tidak semua node atau
computer mempunyai kedudukan yang sama. Node yang berkedudukan tinggi menguasai
node dibawahnya.

III. System pengkabelan
1. Straight trough >>  kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu  dengan ujung yang lainnya. Kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda.Contoh PC to switch, switch to router, PC to hub

2. Cross Over >> kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan
ujung dua. Kabel cross over  digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama.Contoh : PC to PC, Router to Router.

3. Roll over >> kabel yang biasa digunakan untuk menghubungkan dua perangkat jaringan dengan perangkat yang berbeda. Hampir sama denan perangkat straight trough namun jenis kabel ini lebih menghubungkan perangkat yang memiliki konsol.Contoh : Switch to printer, Switch to infocus

Tetapi,yang sering digunakan dalam pengkabelan hanya kabel straight trough dan cross over

IV. IP Address
IP address merupakan alamat dari sebuah komputer yang dibentuk oleh sekumpulan bilangan biner sepanjang 32 bit, yang dibagi atas 4 bagian. Setiap bagian panjangan terdiri dari 8 buah bit. IP address merupakan sebuah indetitas dari host pada jaringan computer. IP address yang digunakan untuk keperluan LAN/intrenet disebut sebagai IP address local. Sedangkan IP address yang digunakan untuk keperluan internet disebut IP address public.
Ruang lingkup dari pengalamatan IPv4 mencangkup semua kemungkinan. Kombinasi angka untuk 32 bit alamat IPv4. Secara harfiah 232 nilai yang berbeda ada dengan nomor 32 bit. Kombinasi angka-angka dapat dimulai dari “0 - 255” dalam empat octad: 0.0.0.0, 0.0.0.1, 0.0.0.2 sampai ke 255.255.255.255. Contoh penulisan dari IP address sebagai berikut:
10000000.00001010.00001010.00000001
Apabila setiap bagian kita konversikan ke bilangan decimal maka IP address diatas menjadi:
192.10.10.1

Saat ini alokasi ataupun penyedian dari IP address versi 4 (IPv4) semakin berkurang dikarenakan semakin banyaknya pengguna IP versi 4 itu. IPv4 sudah digunakan lebih dari 20 Tahun lamanya. Untuk mengatasinya kini sudah dikembangkan penggunakan IPv6 atau IPng (IP next generation). Salah satu keuntungan dari IPv6 adalah jumlahnya yang sangat besar. Sehingga dapat mengantisipasi lonjakan permintaan dari IPv4 tersebut.
IPv4 menggunakan 32 bit sedangkan IPv6 menggunakan 128 bit, sehingga kurang lebih dapat menanpung 4 Milyar computer yang terhubung ke internet. Namun, semakin tingginya penggunakan dari perangkat genggam, seperti PDA, smartphone, blackberry maka sitadaknya paling sedikit terdapat 1600 address tiap RT…hhe
Secara umum IP address dibagi menjadi 5 buah kelas. Kelas A, B, C, D, dan E. Namun, pada praktiknya hanya menggunakan kelas A, B dan C saja untuk keperluan umum. Sedangkan IP address kelas D dan E dipergunakan untuk keperluan khusus ataupun penelitian. IP address (kelas A, B, dan C) dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (bit-bit networks/networks bit) dan bagian host (bit-bit host/host bits). Network bit berperan sebagai pembeda antar-network atau identifikasi (ID) network. Sedangkan host bit berperan sebagai identifikasi host. Semua host yang terhubung pada network yang sama, pasti akan memiliki network bit yang sama juga
KELAS
IP ADDRESS
A
1.0.0.0 - 126.255.255.255
B
128.0.0.0 - 191.255.255.255
C
192.0.0.0 - 233.255.255.255


KELAS
IP ADDRESS
A
10.0.0.0 - 10.255.255.255
B
172.16.0.0 - 172.31.255.255
C
192.168.0.0 - 192.168.255.255



1. Kelas A
IP address kelas A dapat ditulisankan sebagai berikut:
nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
“n” menerangkan sebagai network, sedangkan “h” menerangkan sebagai host. Sebagai contoh:
IP: 10.11.12.1
Subnet: 255.0.0.0
Ket:
10 > Sebagai Network.
11, 12, dan 1 > merupakan host yang dapat digunakan pada kelas A.

2. Kelas B
IP address kelas B dapat ditulisankan sebagai berikut:
nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Sebagai contoh:
IP: 172.168.10.1
Subnet: 255.255.0.0
Ket:
172.168 > Sebagai Network
10.1> merupakan host yang dapat digunakan pada kelas B
3. Kelas C
IP address kelas C dapat ditulisankan sebagai berikut:
nnnnnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
Sebagai contoh:
IP: 192.168.10.1
Subnet: 255.255.255.0
Ket:
192.168.10 > Sebagai Network
1 > merupakan host yang dapat digunakan pada kelas C.

              Selain IP address, terdapat pula netmask yang merupakan jenis IP address khusus. Setiap kelas-kelas IP memiliki nilai netmask yang berbeda. IP kelas A dengan netmask 255.0.0.0 sedangkan kelas B 255.255.0.0 dan kelas C 255.255.255.0
KELAS
NETMASK
A
255.0.0.0
B
255.255.0.0
C
255.255.255.0


Penggunakan netmask dapat menentukan besarnya jumlah client yang dapat mengakses ke dalam sebuah jaringan computer. Contoh penggunaan netmask pada kelas B adalah 172.168.10.1 dengan netmask 255.255.0.0. IP address ini jika kita konversikan ke bilangan biner maka hasil yang didapat adalah:
255.255.0.0
11111111.11111111.00000000.00000000
Ket:
1 > Network (N)
0> Host (H)
             Maka untuk melakukan perhitungan jumlah client yang dapat terkoneksi kedalam sebuah jaringan computer kita dapat menggunakan rumus:
Network= 2n
Host= 2h-2
Maka dapat kita hitung jumlah host yang dapat terkoneksi adalah:
H= (216)-2 = 65524
Contoh IP Subneting:

1. IP Address: 192.168.0.0/24
a. Netmask : 255.255.255.0
b. Prefix : /24
c. IP Network : 192.168.0.0
d. First Host IP : 192.168.0.1
e. Last Host IP : 192.168.0.254
f. Broadcast : 192.168.0.255
    Jadi dengan menggunakan “/24” jumlah host yang dapat terkoneksi sebanyak 254 client.

2. IP Address: 192.168.0.0/25
a. Netmask : 255.255.255.128
b. Prefix : /25
c. IP Network : 192.168.0.0
d. First Host IP: 192.168.0.1
e. Last Host IP : 192.168.0.126
f. Broadcast : 192.168.0.127
     Jadi dengan menggunakan “/25” jumlah host yang dapat terkoneksi sebanyak 127 client.

Komentar